Rakerwil ini menjadi momentum strategis bagi Lazismu se-Lampung untuk menyusun strategi pengelolaan Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS) tahun 2026. Dalam pelaksanaannya, Lazismu Lampung mencatatkan kenaikan signifikan dengan capaian Rp 10,9 miliar hingga September 2025, melampaui target awal sebesar Rp 7,9 miliar.
Sekretaris Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Gunawan Hidayat, S.T., M.T., menekankan pentingnya tata kelola berbasis data.
“Inovasi sosial LAZISMU harus dibangun di atas sistem yang terintegrasi, berbasis data, dan mampu menunjukkan dampak yang terukur,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Lampung, Prof. Syafrimen, M.Ed., Ph.D., menyatakan bahwa kepercayaan publik harus dijaga melalui profesionalitas.
“Capaian ini merupakan cerminan meningkatnya kepercayaan publik kepada LAZISMU Lampung, dan kepercayaan tersebut harus terus dijaga dengan pengelolaan yang profesional, transparan, serta program yang berdampak,” tegas Prof. Syafrimen.
Sementara itu, Wakil Ketua PWM Lampung, Dr. Samsul Hilal, S.Ag., M.Ag., mengingatkan peran strategis lembaga ini dalam dakwah Muhammadiyah.
“LAZISMU bukan sekadar lembaga penghimpun dan penyalur zakat, tetapi bagian dari gerakan dakwah Muhammadiyah yang hadir untuk menjawab persoalan umat secara nyata,” ujarnya.
Melalui Rakerwil ini, Lazismu Lampung menetapkan target penghimpunan tahun 2026 sebesar Rp 15,8 miliar sebagai bagian dari target nasional guna memastikan keberlanjutan program kesejahteraan umat di Provinsi Lampung. (*)


