Portalmu.ID, Sumatera Utara - Muhammadiyah menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 30 ton beras dari Uni Emirat Arab (UEA) bagi penyintas banjir di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Penyaluran bantuan ini disampaikan dalam konferensi pers pada Senin (22/12) sebagai bagian dari respons berkelanjutan Muhammadiyah terhadap bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatera sejak akhir November 2025.
Ketua PWM Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Hasyimsyah Nasution, M.A., menyampaikan bahwa banjir yang berlangsung hampir tiga pekan telah berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Muhammadiyah terus berupaya hadir secara cepat dan tepat mendampingi para penyintas, serta mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi dalam penggalangan bantuan. Seluruh bantuan disalurkan sesuai amanah dan dikoordinasikan dengan pemerintah setempat.
Ketua Pos Koordinasi Nasional Muhammadiyah, Indrayanto, menjelaskan bahwa bantuan 30 ton beras dari UEA tersebut direkomendasikan oleh BNPB untuk disalurkan melalui MDMC. Sebanyak 25 ton dialokasikan untuk wilayah Sumatera Utara, meliputi Medan, Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Langkat. Sementara 5 ton lainnya disalurkan ke Aceh melalui lima posko MDMC di lima kabupaten terdampak.
Selain beras, Muhammadiyah juga menyalurkan 3.000 paket family kit yang dihimpun Lazismu untuk penyintas di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Bantuan ini ditargetkan menjangkau sekitar 6.000 kepala keluarga atau setara 24.000 jiwa di sepuluh kabupaten/kota.
Indrayanto menambahkan, sejak fase tanggap darurat dimulai pada 27 November 2025, Muhammadiyah telah melayani penyintas di 20 kabupaten/kota melalui 24 pos pelayanan. Hingga kini, sebanyak 14.318 jiwa telah menerima layanan dengan dukungan 655 relawan, serta keterlibatan 14 Rumah Sakit Muhammadiyah ‘Aisyiyah melalui 42 tim Emergency Medical Team.
Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud tanggung jawab kemanusiaan Muhammadiyah. Respons tanggap darurat diperpanjang hingga Januari 2026 dengan penguatan koordinasi pusat dan daerah, serta penerapan prinsip One Muhammadiyah One Response (OMOR) dalam seluruh fase kebencanaan.
Melalui penyaluran bantuan ini, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi para penyintas dalam proses bangkit dan pemulihan pascabencana. (*)

